Senin, 08 Oktober 2012

Laporan Praktikum Biologi Laut




LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI LAUT







Oleh :
MARJUKY
C1K010036








PROGRAM STUDY BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2011


 


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Biota laut hampir menghuni sebagian laut mulai dari pantai, permukaan laut sampai ke dasar laut serta di sekitar muara sungai. Berbagai jenis dari biota laut ini bermacam-macam mulai dari golongan tumbuhan ataupun hewan terbagi lagi dalam beribu-ribu spesies. Pengetahuan atas masing-masing spesies perlu dikuasai untuk dapat mempermudah dalam pengidentifikasian. Selain pengetahuan akan berbagai biota, disamping itu juga perlu pemahaman akan dunia dan pola perkembangan dari biota-biota laut.
Dari masing-masing spesies mempunyai karakteristik dan kebutuhan lingkungan yang berbeda. Banyak potensi yang diperoleh dari pemanfaatan berbagai biota laut, hal ini dapat memberikan dampak positif dalam menyambung devisa Negara karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, diantaranya lobster, kerang mutiara, rajungan dan laing sebagainya oleh karena itu perlu dilakukan praktikum ini guna memanfaatkan sumberdaya perikanan yg berkelanjutan.
1.2.Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Untuk mengetahui cara pengambilan sampel biota laut menggunakan transek
2.    Untuk mengetahui cara mengawetkan biota laut
3.    Untuk mengetahui cara mgnidentifikasi biota laut.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Biota laut merupakan ilmu pengetahuan yang memperlajari tentang kehidupan biota laut. Perairan pantai dibedakan menjadi pantai berbatu yaitu pantai yang tersusun atas bahan yang deras dan merupakan daerah yang paling padat keragaman hayati. Pantai berpsir, tersusun atas factor fisik yang sama dengan pantai berbatu tetapi terdapat kepentingan relative antar factor tersebut dalam menyusun komunitas dan pengaruhnya terhadap substrat. Kebanyakan orgtanisme beradaptasi dengan mengubur diri dalam substrat. Pantai berlumpur yaitu pantai mengandung banyak sedmen, dan kebanyakan pantai berlumpur berasosiasi dengan estuaria (Yuniarti, 2007)
Tumbuhan air laut merupakan produsen yang sesungguhnya artinya biota ini mampu membuat zat-zat organic yang sederhana dan terlarut dalam air. Tanpa tumbuhan laut sebagai penghasil makanan primer tentu perkembangan hewan laut tidak mungkin berjalan baik (Anonim, 2010).
Hewan-hewan sperti misalnya ikan, alga, maupun invertebrate membutuhkan zat-zat gizi tertentu untuk melangsungkan kehidupannya. Zat-zat gizi tersebut digunakan untuk kehidupannya, digunakan untuk menghasilkan tenaga, mengganti sel yang rusak juga untuk tumbuh. Adapun zat-zat gizi tesebut meliputi protein, lemak, vitamin, mineral, dan air (Eko, 2004).
Echinodermata adalah binatang berkulit dan yang hidup diwilayah laut dengan jumlah lengan lima buah simetris radial. Beberapa tubuh Echinodermata sudah berkembang biak, misalnya teripang atau timun alut, buku babi, bintang mengular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut. Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi (anonim, 2010).
Kelas gastropoda desebut hewan berkaki perut, kebanyakan hidup di laut dari molusca. Mempunyai kapala, mata, dan umumnya mempuynyai radula. Pernapasan menggunakan insang, paru-paru atau keduanya. Contoh dari kelas gastropoda adalah siput. Kelas Crustacea, anggotanya, termasuk udang rebon, kepiting dan sebagainya. Kelas Echinodermata semua dari hewan ini ada di laut memiliki bentuk tubuh simetri radial yang dilengkapi dengan tonjolan-tonjolan berduri, merupakan hewan pemakan deritrus (Setyowati, 2006).

BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1.Waktu dan tempat praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 21 November 2010, bertempat di pantai Balai Budidaya Laut (BBL) Sekotong Kabupaten Lombok Barat dan pada hari senin tanggal 22 November 2010 bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3.2.Alat dan Bahan
3.2.1.      Alat-alat
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Patok dan tali rapia berfungsi untuk membuat transek sebagai lokasi pengambilan sampel
2.      Plastic dan karet untuk media sampel biota laut
3.      Penyaring atau skopnet untuk penyaring biota laut
4.      Planktonet untuk penyaring plankton
5.      Ember untuk mengambil sampel plankton dan biota laut.
3.2.2.      Baha-bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Formalin 5%
2.      Kertas label
3.      Sampel biota
4.      Buku identifikasi
3.3.Prosedur Kerja
3.3.1.      Pengamatan biota laut dengan transek
Adapun prosedur karja yang dilakukan pada saat praktikum sebagai berikut :
1.      Praktikan dibagi menjadi 8 kelompok atau 8 stasiun, tiap kelompok mengamati biota transek berukuran 1 x 1 meter.
2.      Zona pengamatan lapangan dibagi 8 stasiun jarak antara stasiun 100 meter dengan tiga kali pengulangan.
3.      Transek dibentuk empat persegi dengan ukuran 1 x 1 meter dengan membentuk tiga kali pengulangan dimulai dari pinggir ke tengah.
4.      Diambil semua jenis tumbuhan dan hewan yang terdapat dalam transek yang telah dibentuk.
5.      Dicatat semua jenis tumbuhan dan hewan yang terdapat dalam transek yang telah terbentuk.
6.      Diawetkan semua biota yang diperoleh dengan formalin 5%.
3.3.2.      Prosedur Kerja Pengawetan Biota Laut.
Adapun prosedur kerja pengawetan sampel adalah sebagai berikut :
1.      Sampel biota laut yang telah dimasukkan ke dalam plastic diberikan formalin 5% secukupnya.
2.      Kemudian disiapkan untuk dibawa ke laboratorium.
3.3.3.      Prosedur kerja pengamatan atau identifikasi biota laut di laboratorium
Adapun prosedur karja identifikasi di laboratorium adalah sebagai berikut :
1.      Semua sampel biota laut yang diperoleh dari lokasi pengamatan dibawa ke laboratorium
2.      Diamati bentuk, dan morfologi biota laut tersebut satu persatu.
3.      Disesuaikan atau diidentifikasi biota tersebut dengan berpedoman buku identifikasi.
4.      Dicatat hasil identifikasi tersebut pada lembar hasil identifikasi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.Hasil Pengamatan
Table 1. Tabulasi Data Biota Benthik
Klmpk / Stasiun
Transek
Kelas
Nama Biota
Jmlh
Nama latin
Nama lokal
I/2



















II/3

1









2





3



1

2


3
Asteroid

Echinoidea
Gastropoda
Asteroidae
Gastropoda
Crustacea
Crustacea

Chlorophyceae
Holothurudea

Asteroida
Crustacea
Asteroidea

Asteroidea
Gastropoda
Crustacea

Bivalvia
Holo thuroidea

Bivalvia
Asteradea
Asteroidea
Gastropoda
Echinoidea
Crustacea
Holothuradea
Ophiothrix fragilis
Diadema setosum
Cypraea annulus
Anthopleura sp.
Uttorina scabra
Penaeus monodon
Thalamita crenata
Halimeda opunlia
Suchopus coliponias
Antheplura sp.
Penaeus monodon
Cphiothrix fragilis
Anthopleura sp.
Litorina scabra
Thalamita crenata
Anadara granosa
Stichopus calikornicus
Anadara granosa
Antehopleura sp.
Antehopeusa sp.
Conus sp.
Diadema setosum
Scyila serrata
Holothuraidea nabius
Bintang mengular
Bulu babi
Dakon
Bintang laut
Siput laut
Udang windu
Rajungan hijau
Alga hijau
Teripang

Bintang laut
Udang windu
Bintang mengular
Bintang laut
Siput laut
Rajangan hijau
Kerang dara
Teripang

Kerang dara
Bintang laut
Bintang laut
Conus
Bulu babi
Kepiting
Teripang lotong
2

1
1
2
1
1
1

1
2

1
1
1

2
6
3

1
1

1
2
9
5
1
8
2

II/3






III/5






IV/7
















V/I
3






1

2

3


1




2




3






1



2
Gastropoda
Chaeto poda
Archiannelida

Asteroidea
Crustacea

Copepod

Copepoda

Clorophyceae
Asteroidea

Phodophyceae
Holothruidea

Gastropoda
Gastropoda
Asteroidea
Rhodophyceae
Rhodophyceae

Crustacea
Bivalvia

Bivalvia

Holothuroidea


Asteroidea

Crustacea
Gastropoda
Gastropoda 
Holothoroidea

Gastropoda
Archiannelida
Trochas nilaticus
Eunice fucata
Polygcrdius appendiculatos
Ophiotrix fragilis
Panilirus sp.

Nauplius cycloipoida
Nauplius cycloipoida
Hlimeda makrolda
Antopleura sp.
Gracillaria sp.
Stichapus californicus
Acmaea sp.
Urosalpin cinera
Anthopleura sp.
Gracillia sp.
Rhodymenia palmetta
Penaeus monodon
Anadara antiquate
Annadara granosa
Stichopus califomicus

Ophiothrix fragilis
Portunus pelagis
Conus bardanus
Littorina scabra
Holoturia sp.

Cypraea annulus
Polygordius appendiculas
Kaliomang
Cacing palolo
Cacing laut

Bintang mengular
Lobster
Tempenyol

Tempenyol

Rumput laut
Bintang laut

Algae
Teripang

Teritip
Siput laut
Bintang laut
Algae
Rumput laut

Larva udang
Kerang bulu

Kerang dara

Teripang


Bintang
mengular
Rajungan
Conus
Kaliomang
Teripang getah
Dacon
Cacing laut
2
1
8

1
3

4

5

1
1

1
1

1
1
1
1
1

3
2

1

1


1

1
1
2
1

6
1




VI/4










VII/8

















VIII/6
3



1
2




3




1



2





3







1


2



3
Asteroidea
Crustacea
Bivalvia

Caetopoda
Rhodophyceae

Holothoroidea

Echinudea
Holothoraidea

Holothoroidea

Bivalvia
Crustacea
Gastropoda
Copepoda

Bivalvia
Gastropoda
Gastropoda
Gastropoda

Gastropoda
Echinoidea
Bivalvia
Gastropoda


Gastropoda
Gastropoda Cephalopoda
Gastropoda
Rludophyceat
Chaetopoda
Asteroidean

Gastropoda
Rhodophyceae
Asteroidea 
Holothoroidea
Anthopleura sp.
_
Anadara granosa

Euneca fucata
Euceuma alvasezil
Holothuria nobilis
Diadema selosum
Stichpous ealiforniaus
Holotusia sp.

_
Seylla serrata
Conus sp.
Nauplus cyclopoid
Anadara granosa
Conus sp.
Crochus nilotias
_

Urosalpin einera
Diadema selosum
Anadara granosa
Lambis clocata


Conus sp.
Cypraea annulus
Argonanta
Urosalpin enera
Gracillaria sp.
Eunice fucata
Anthopleura sp.

Urosalpin cinera
Gracillaria sp.
Anthopleura sp.
Holothorea sp.
Bintang laut
Larva udang
Karang darah

Cacing patok
Rumput laut

Teripang lotong
Bulu babi
Teripang

Teripang getah
Kerang kapak
Rajungan
Conus
Tempenyol

Kerang dara
Konus
Siput laut
Kerang mahkota
Siput laut
Bulu babi
Kerang dara
Kerang kepala kambing
Konus
Dakon
_
Sifut laut
Alga
Cacing palolo
Bintang laut putih
Sifup laut
Alga laut
Bintang laut
Teripang getah
1
1
1

1
1

1

1
1

1

1
1
1
1

4
1
1


1
1
1
3
1

1
4
1
7
1
2
6

1
1
2
1
Jumlah
163



Table 2. Tabulasi Data Perkelas
No
Kelas
Spesies
Jumlah
1
Asteroidea
Ophiothrix fragilis
Anthopleura sp.
5
28
2
Gastropoda
Cyprae annulus
Littonna scabra
Conus sp.
Urosalpin einera
Kerang mahkota
Lambis crocota
Tronchus niloticus
11
9
9
10
1
1
3
3
Echinoidea
Diadema setosum
4
4
Crustacean
Penaecius monodon
Thalaniita creanata
Scylla serranata
Panulirus sp.
Portunus pelagis
Larva udang tingkat x
5
4
9
3
1
1
5
Chlorophyceae
Halimeda opuntia
Halimeda  makrolaba
1
1
6
Bivalvia
Anadara granosa
Anadara antiguata
Kerang kapak
11
2
1
7
Holothoroiden
Stichopus califonius
Holothoroiden nabilis
6
3
8
Copepod
Nauplius cyploid
10
9
Rhodophyceae
Gracillia sp.
Rhodymenia palmetto
Eucheuma alvarezii
4
1
1
10
Archimelida
Polygardius appendicular
9
11
Chaetopoda
Eunicafucata
4
12
Chepalopoda
Argonanta
1
Total
163

Tabel 3. Sepsies Dominan
No
Kelompok
Jenis spesies dominan
Anthopleura sp.
Anadara granosa
Nauplius sp.
Cuprae annalus
Urosalpineine
1
2
3
4
5
6
7
8
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
6
11
1
1
1
0
0
8
0
2
0
1
1
0
7
0
0
0
9
0
0
0
1
0
1
0
0
0
6
0
4
0
0
0
0
1
0
0
1
8
TOTAL
28
11
10
11
10
















Grafik jumlah spesies Dominan





Text Box: Jumlah  spesies  dominan



Stasiun
 

















Keterangan :
                        : Cyprae annulus
                        : Urosalpin cine
                        : Anthopleura sp.
                        : Naplius sp.
                        : Anadara granosa









Table 4. Tabulasi Data Lamun
Kelompok
Nama spesies
Transek
Jumlah
I


II


III


IV


V


VI


VII



VIII
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides

Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
_
_
Enhalus acoroides
_
_
Enhalus acoroides
_
Enhalus acoroides
_
_
Enhalus acoroides
Enhalus acoroides
_


_
_
Enhalus acooides
Enhalus acoroides
1
2
3

2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
1
2
3
22
29
31

40
1
_
_
1
_
_
2
_
1
_
_
33
28
_
_
_


1
1
Total


190




o   Analisis Data Kepadatan Benthos Kelompok 5
Dik : ni = 16 individu
A = 1 m2 x 3 transek = 3 m2
Dit : Di ?
Jawab : Di     =
                      =
                      = 5,3 individu / m2

o   Analisis data keanekaragaman Benthos kelompok 5
H’        =
            i= 1-n
            =
H’ = - (10,06. (-1,22) + (0,06.(-1,22) + (0,06.(-1,22)+ (0,125)(-0,90) + (0,06.(-1,22) + (0,37(-0,43) + (0,06.(-1,22) + (0,06.(-1,22) + (0,06.(-1,22) + (0,06.(-1,22).
H’ = 0,847.
Kategori nilai indeks keragaman Benthos 0 < H’< 2,302 = indeks keragaman rendah
2,302 < H’ > 6,907 = indeks keragaman sedang
H’ > 6,907 = indeks keragaman tinggi.
Berarti kategori keragaman Benthos untuk kelompok V 0 < 0,84 < 2,302 = keragaman rendah.


Analisis data persentasi spesies Dominan terhadap total spesies yang ditemukan.
1.   Anthopleura sp.
Dik : ni = 28
                     N = 163
Dit : Di ?
Jawab :  Di    =  x 100%
                      =  x 100%
                      = 0,17%
2.   Cyprae annulus
Dik : ni = 11
         N = 163
Dit : Di ?
Jawab : Di =  x 100%
                              =  x 100%
                              = 0,067 %
3.   Anadara granosa
Dik : ni = 11
          N = 163
DIT : Di ?
Jawab = Di=  x 100%
                              =  x 100%
                              = 0,067%
4.   Nauplius sp.
Dik : ni = 10
         N = 163
Dit : Di ?
Jawab : Di =  x 100%
                              =  x 100%
                              = 0,061%
5.   Urosalpin cinera
Dik : ni = 10
         N = 163
Dit : Di ?
Jawab : Di =  x 100%
                              =  x 100%
                              = 0,061%

Analisis kepadatan lamun
Dik : ni = 190 individu
A = 3 stasiun x 1m2 x 8 kelompok = 24 m2
Dit = Di ?
Jawab = Di =
                               =
                               = 7,92 ind/m2















4.2.Pembahasan
Praktikum yang dilakukan di pantai Balai Budidaya Laut Sekotong Lombok Barat terhadap biota laut dengan menggunakan alat patok dan rapia yang kemudian dibentuk menjadi pembatas pengamatan sampel biota laut yang biasa disebut transek. Transek tersbut berukuaran 1 x 1 meter berbentuk persegi pengamatan dilakukan pada daerah berbeda atau pada transek yang berbeda dengan tiga kali pengulangan dengan kata lain yakni tiga kali pembuatan transek pada posisi yang berbeda.
Berdasarkan pada hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap biota laut pada masing-masing stasiun (ada 8 kelompok atau 8 stasiun) diperoleh biota laut untuk golongan tumbuhan yaitu lamun dengan total jumlah 190 individu dengan rata-rata 7,92 individu /m2 dengan spesies yang berbeda. Dari total jumlah yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa jenis tumbuhan yang paling dominan ditemukan adalah yang termasuk spesies Enhalus acoroides dengan total jumlah 190 individu dengan rata-rata 7,92 individu/m2. Hal ini diduga bahwa temapt pengamatan biota laut merupakan habitat dari lamun sehingga populasi lamun lebih banyak dibandingkan dengan tumbuhan lainnya. Sedangkan jenis tumbuhan lainnya adalah alga hijau dan rumput laut, namun jenis tersebut adalah jenis spesies yang paling sedikit ditemukan pada lokasi pengamatan. Hal itu diduga bahwa komunitas tumbuhan ini bukan habitat asli seperti lokasi yang dilakukan pengamatan atau bia saja hanyut terbawa arus laut karena terumbu karangnya suda punah karena itu populasinya lebih sedikit ditemukan dan hampir tidak ada dibandingkan dengan lamun.
Kemudian hasil pengamatan yang diperoeh berdasarkan hasil pengamatan dari lokasi pengamatan terhadap golongan hewan yang paling dominan ditemukan adalah Bintang laut (Anthopleura sp.) dengan persentasi 0,17 atau 17,17 % dari jumlah totalnya. Hal ini terjdi diduga dari jumlah yang diperoleh karena habitat bintang laut adalah pada daerah dangkal dan berpasir yaitu daerah pasang surut atau daerah pantai. Oleh karena itu bintang laut lebih mendominasi daripada hota laut lainnya. Sementara Cypraea annulus ditemukan sebanyak 6,75%, begitu juga dengan Anadara granosa (Kerang dara) sama dengan Cypraea annulus (Dacon) yaitu 6,75 %. Sedangkan Nauplius sp. (Tempenyol) diperoleh sebanyak 6,13%, besar di antara Dacon dengan Tempenyol populasi sejajar atau sama pada tempat pengamatan. Namun ada ditemukan salah satu spesies yang ditemukan pada stasiun I Trayek III yang sampai saat ini belum dapat ditemukan namanya karena keterbatasan literatur yang tersedia di laboratorium. Akan tetapi menurut saya itu adalah biota itu termasuk kelas Gastropoda yaitu hewan yang berjalan dengan perut. Begitu juga halnya dengan biota tersebut, ia berjalan dengan perut itu terlihat dibagian perutnya ada bekas yang tampak dan memang benar biota tersebut berjalan di substrat. Dan indeks keragamannya rendah dikatakan rendah karena kurang dari 2,302 yaitu diperoleh 0,84 berarti kategori indeks keragaman yang rendah.

BAB V
PENUTUP

5.1.     Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut :
1.      Pengambilan sampel biota laut dengan transek dengan ukuran 1 x 1 meter dengan tiga kali pengulangan.
2.      Sampel biota laut diawetkan dengan formalin 5%
3.      Jumlah total biota laut dari 8 stasiun sebanyak 163 individu
4.      Sampel biota laut diidentifikasi yang berpedoman pada buku panduan identifikasi.
5.      Jenis biota laut dari golongan tumbuhan mendominasi adalah lamun (Enhalus acoroides) sebesar 7,92 ind/m2
6.      Jenis hewan yang mendominasi adalah bintang laut (Anthopleura sp.) adalah 17,17%.
5.2.     Saran
Adapun saran yang saya berikan adalah :
1.      Sebaiknya  perlu ditambahkan literatur laboratorium yaitu buku pedoman identifikasi
2.      Sebaiknya setiap praktikan ditekankan untuk ikat melakukan pengamatan dilokasi pengamatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Molusca. http://hobiikan.blogspot.com/2009/04//. Diakses tanggal 24 November 2010, pukul 14.00.

Anonim. 2010. Echinodermata. http:id//wikipediaorg/wiki/istimewa:pencarian. html. Diakses tanggal 24 November 2010, pukul 14.25.

Eko, Budi., 2004. Akuarium laut. Kanisius. Yogyakarta.

Setyowati. dkk., 2006. Panduan praktikum avertebrata air. Universitas Mataram. Mataram.

Yuniarti, S., dkk. 2007. Panduan Praktikum Biologi Laut. Universitas Mataram. Mataram.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar